Dukungan.

Setiap dukungan berarti.

Dukung kami menuntaskan kisah hidup Ros Magdalena melalui platform saweran trakteer atau buy me a coffee

Versi daring novel biografi ‘Ros Magdalena’ dibangun untuk mendukung penyelesaian penulisan versi cetak, mulai dari studi sampai penerbitan. Menyewa domain rosmagdalena.com berikut hosting, kemudian merancang tata letak web dan printilannya dari versi 1.0 yang lama, ke versi 2.0 ini.

Lalu merancang pelengkap konten teks berupa foto, video, audio, kembali melukis di atas kanvas menggali momen dan kenangan bersama mendiang Ros Magdalena dan suaminya, juga mulai membuat seni digital dalam layar monitor.

Ternyata tidak ada yang mengharuskan kepayahan mengerjakan semuanya sendiri, dan kami memang membutuhkan dukungan untuk menuntaskannya.

Mari saling bantu menanam pohon kebaikan yang kelak dipanen dan dinikmati oleh siapa saja, seperti yang dicontohkan Opa pemilik toko buku dan Professor Amiruddin, tanpa merasa berjasa atau berutang budi. Kami menerima berbagai bentuk dukungan selain ‘funding’, bisa dengan kolaborasi menulis, melukis, foto, video atau apalah bentuknya, selama saling bantu, saling menguntungkan dan saling membaikkan. Sebagai bentuk terima kasih, setiap dukungan akan mendapat draf awal novel “Ros Magdalena”, dalam format buku elektronik.

_____

Keterangan Foto Latar :Hati”, Tanah Datar, 2016. Semut hitam mengerubungi tumpahan air di atas bangku beton, di tikungan Ngarai Sianok, tempat kami beristirahat setiap pulang menjenguk mendiang ibu di Batang Gadis. Kolaborasi semut hitam dan tumpahan minuman pengunjung sebelum kami, jadi bentuk yang menyerupai simbol hati.

1. Mengunjungi Lokasi Kejadian

Ros Magdalena dan suaminya melalui momen-momen penting yang mengubah hidup di banyak tempat berbeda. Dalam kota Makassar saja, tidak kurang lima tempat yang pernah Ros Magdalena tinggali sendirian, maupun bersama suami dan anak-anaknya.

Runut menurut kronologis, pertama di daerah pelabuhan Buleleng, Singaraja, Bali. Rumah mendiang imam pertama Masjid Mujahidin di kampung Parang yang menampung setibanya dari Singaraja, sebelum kemudian dinikahkan. Di rumah mertuanya, pindah ke pulau Gusung Tallang. Lalu menyewa rumah dalam gang kecil di jalan Irian Makassar, kemudian tinggal di gedung Societeit De Harmonie, di Tonasa II Pangkep, di Kassi-Kassi Jeneponto, di Bantimurung Maros, dan terakhir, di rumah tempat Ros Magdalena berpulang, rumah suaminya.

Novel biografi Ros Magdalena versi daring hanya terdiri dari tiga bab atau tiga bagian, dibagi berdasarkan lokasi di mana pernah bermukim dan mengalami momen penting dalam hidupnya. 

Pertama, di pulau buatan pemecah ombak yang tidak berpenghuni, yang ketika purnama tiba, setengah daratan pulau berada di bawah permukaan laut. Tempat di mana Ros Magdalena dan suaminya belajar ketabahan batu karang.

Kedua, di Kassi-Kassi kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kabupaten dengan masyarakat yang berbicara lugas, jujur, apa adanya, dengan suara lantang dan menggelegar, karena terbiasa melawan kerasnya suara deru angin sejak kecil. Namun, siapa pun yang datang ke kampung mereka akan ‘dirajakan’, semua tamu ‘Karaeng’. Gegar budaya yang dialami Ros Magdalena selama menemani suaminya membangun taman wisata pantai dan permandian Kassi-Kassi, memberinya pemahaman di mana letak mahkota raja sesungguhnya.

Ketiga, di pelabuhan Buleleng, kabupaten Singaraja Bali. Tanah kelahiran Ros Magdalena. Hampir semua informasi detil tentang waktu dan tempat terlupakan oleh Ros Magdalena, tersisa momen dan kejadian.

I. Pulau Gusung Tallang
1. Kunjungan I
menulusuri saksi hidup, sudah berpulang semua 100%
2. Kunjungan II
kemping, merasakan debur ombak 45%
II. Kassi-Kassi, Jeneponto
1. Menelusuri saksi hidup
sebagian masih ada dan menyimpan dokumentasi berupa foto 100%
2. Repro dokumen dan foto
pada kunjungan berikutnya 0%
3. Rekam gambar, audio, video
dialog dengan saksi hidup dan tempat 20%
III. Pelabuhan Buleleng, Singaraja
1. Dulu dan sekarang
foto koleksi museum dan sekarang 50%
2. Menemui hal-hal tidak berubah
menginap minimal 3 hari 3 malam 0%
2. Kemajuan Penulisan
1. Web versi 1.0
100%
2. Konten
90%
1. Web versi 2.0
70%
1.1. Galeri, draf, dan kolase
50%
1.2. Tata letak dan fitur
90%
1. Draf versi cetak
25%
1.1. Studi
25%
1.2. Penulisan
25%