Draf Novel.

Hati 2

Bab #6.2. Upacara Kecil 17an

Tentara tidak pernah pensiun, gelar purnawirawan hanya menandakan tuntasnya pengabdian seorang tentara di dalam rantai komando organisasi ketentaraan. Suamiku bukan tentara resmi, dengan pelajar lain di Sulawesi yang menolak agresi

Selengkapnya...
Roses Are Red 1x

BAB #3 Namaku Ros Magdalena

Hari biasa bar tempatku bekerja tutup pukul satu malam, akhir pekan dan hari libur buka sampai pukul tiga pagi. Tempat lain lampunya padam saat tutup, tempat hiburan malam tutup ketika

Selengkapnya...
Img 20191202 184105 509 Animation

BAB #4 Sehidoep Semati

Adi mengajak ikut ke Makassar menemui orang tuanya, lalu menikah di sana. Memang aku duluan yang meminta ikut bersamanya ke Makassar, kalut dengan kepergian Gek Luh. Keyakinan yang kupakai menemukan

Selengkapnya...
Img 20201116 080237 468 Edited 2

BAB #5 Kampoeng Para Radja

Kemarin kami ke Kassi-Kassi, Jeneponto. Daeng Geleng orang kepercayaan bapak semasa bekerja dan tinggal di sana, meninggal dunia pukul 3 sore, malam lepas Isya jenazah sudah dikebumikan. Aturan temurun, jangan

Selengkapnya...
Fave 5ab

BAB #6.1. Harmoni

“Tidak boleh asal bikin?” Tanyaku lugu. “Boleh, kalau mau asal jadi. Sebelum melukis cari kanvas terbaik sesuai ukuran, warna-warni cat dan minyak yang cocok, mencari waktu tepat, mengatur suasana hati

Selengkapnya...
Inferior

BAB #7 Surat Panjang Sahabat

Anak-anak kecil di Makassar sebelum berkelahi, biasanya debat kusir dulu. Satu kalimat kunci menangkan perdebatan, sesiapa lebih dahulu menyebut pasti keluar sebagai pemenang, kalimat itu: “kunci-kunci dunia”. “Kutanya ko Bapakku!”

Selengkapnya...
Adegan Favorit 1 Tamu Tengah Malam 1

BAB #8 Tamu Tengah Malam

Suamiku menikmati sajian konser dangdut di layar televisi tua yang mulai rusak, sebagian layarnya berwarna, setengah lagi hitam dan putih. Aku tersenyum memandang tungkainya bergoyang kecil, mengikuti kecipak ketipung gendang.

Selengkapnya...
DA-00096-kepompong-1-729px

Konten Contoh Draf Novel (Kappa)

Kappa, negeri imajiner Ryunosuke Akutagawa, yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri tidak lama setelah menulis secara singkat novel “Kappa” 83 tahun lalu, negeri dimana anak manusia sebelum lahir ke

Selengkapnya...