DA-00012-ABB_4949-censor-729px
"Hellboy Pareidolia"
Galesong, Gowa, 2012

Keterangan: Tidak kurang dari 150 frame terpakai memotret capung 'unik' ini, syukurnya sudah pakai DSLR dengan lensa zoom murahan.

Masih menimbang mudharat-manfaat menjualnya sebagai koleksi NFT. Khawatir muncul teori 'cocoklogi' menghubung-hubungkan dengan rahasia besar yang digambarkan Allah Ta'ala dalam Al Qur'an sebagai perkara sangat rahasia, dengan kadar kerahasiaan yang begitu rahasia hingga Allah Ta'ala hampir-hampir menganggap tidak ada perkara akhir zaman.

Kami memiliki penjelasan logis tentang 'pareidolia hellboy', tanpa harus ikut-ikutan menjadi 'panitia hari kiamat' dan tanpa kehilangan iman akan hari akhir. Mari diskusi tentang foto ini melalui halaman kontak di web rosmagdalena.

Foto ini cocok menjadi ilustrasi bab iii, yang berkisah saat Ros Magdalena berusaha melepaskan diri dari godaan seorang lelaki (setelah sempat tergoda) yang mengerahkan segenap kemampuan sebagai seseorang yang dijuluki lelaki flamboyan, penakluk setiap kembang di hampir semua kampung (kelurahan) di Makassar.

Suaminya, yang juga kawan baik lelaki itu nyaris menyelesaikan persoalan yang dialami istrinya dengan cara khas menegakkan siri' di Makassar ketika itu, duel dengan badik terhunus berdua di dalam satu kain sarung. Sebelum disadarkan Ros Magdalena, ada cara berperang melawan Iblis yang lebih pasti meraih kemenangan.

Bukan dengan perang tanding 1 lawan 1, tetapi perang melawan diri sendiri agar tidak terseret ke karakter dan kelakuan yang sama. Terpancing dan terjerumus berada di sana, walau tanpa duel, suaminya sudah kalah.

Capung satu ini jadi unik terutama karena wajah yang menyerupai rekaan seniman sejak dulu tentang rupa Iblis, menurut kami setelah mengamati 100an frame, lebih mirip wajah karakter utama film "Hellboy'.

Datang saat kami sedang berbincang di teras rumah panggung mertua penyair Muhary, sehari setelah putrinya (istri pertama penyair Muhary) dimakamkan.

Beliau imam masjid kampung di Galesong, menemani kami menunggu penyair Muhary kembali dari mengantar cucunya, sembari berkisah wasiat almarhumah yang terus ia ulang-ulang kepada semua kerabat dan keluarga.

"Surah Ibrahim, janganki lupa semua. Surah Ibrahim," bisiknya lirih setiap menatap wajah mereka yang datang menjenguk.

Jadilah pagi itu kami mengaji surah Ibrahim kepada mertua penyair Muhary, ada banyak pokok bahasan dalam surah Ibrahim, termasuk membahas akhir zaman. Mendiang putrinya berpesan tentang ayat 35 sampai 41 surah Ibrahim, yang berisi doa-doa.

Medium: File digital.
Resolusi: 3200x3200 pixel, 300 dpi

Tagar: Avatar, Dragonfly, Foto, Hellboy
Status: Tidak Dijual, NFT
Kode Asset: DA-00012